HULU SUNGAI SELATAN – Satu tahun pasca bencana banjir besar yang melanda Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, akses vital masyarakat Dusun Datarmangkung akhirnya kembali dibangun. Kodim 1003/Hulu Sungai Selatan bergerak cepat membangun jembatan gantung baru bernama “Perintis Garuda” untuk menggantikan jembatan lama yang putus dan hanyut diterjang banjir. Senin (20/4/26)
Pembangunan ini merupakan wujud nyata implementasi program prioritas nasional Presiden RI Bapak Prabowo Subianto melalui jajaran TNI. Di lapangan, personel Kodim 1003/HSS bersinergi langsung dengan masyarakat, memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat dalam mempercepat pemulihan infrastruktur di wilayah terpencil.
Setahun lalu, Kecamatan Loksado dilanda bencana alam banjir yang merusak sejumlah infrastruktur penting. Salah satu yang terdampak parah adalah jembatan gantung di Dusun Datarmangkung. Jembatan tersebut bukan sekadar penghubung antar wilayah, tetapi juga akses perekonomian warga dan jalur utama anak-anak menuju sekolah.
“Setahun yang lalu wilayah Kecamatan Loksado telah dilanda bencana alam banjir dan telah merusak dan memutus jembatan gantung yang merupakan salah satu akses pendukung perputaran perekonomian dan anak-anak menuju ke sekolah, dan kali ini TNI hadir melalui jajaran Kodim 1003/HSS membangun kembali Jembatan Gantung Perintis Garuda,” terang Kapten Inf Jupardi Sinurad, perwira yang berada di lokasi, Senin (20/4/26).
Pembangunan jembatan ini dikerjakan dengan semangat gotong royong. Prajurit TNI bahu membahu bersama warga, mulai dari penyiapan material hingga teknis konstruksi. Model kolaborasi ini sekaligus menjadi bukti bahwa kehadiran TNI tidak hanya dalam aspek pertahanan, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan daerah.
Kapten Inf Jupardi Sinurad menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur jembatan tidak berhenti di Dusun Datarmangkung saja. Kodim 1003/HSS menargetkan tiga titik pembangunan jembatan gantung di wilayahnya.
“Lebih lanjut dikatakan pembangunan jembatan di Dusun Datarmangkung bukan satu satunya yang menjadi target, namun masih ada dua titik lagi di wilayah lainnya di Kecamatan Padang Batung, yang saat ini juga sedang dalam progress pengecoran pondasi dan sesuai waktu yang telah ditentukan pada awal bulan depan sudah rampung digarap semua,” imbuhnya.
Kehadiran TNI dengan program pembangunan jembatan disambut antusias oleh warga. Abdurahman, salah satu warga Dusun Datarmangkung, mengaku sangat bersyukur atas perhatian pemerintah pusat melalui TNI.
“Trimakasih kepada Presiden RI melalui jajaran TNI Kodim 1003/HSS yang telah hadir membangun jembatan gantung untuk mendukung perputaran perekonomian dan kesejahteraan masyarakat,” ucapnya di lokasi pembangunan.
Bagi warga, jembatan bukan sekadar bangunan fisik. Jembatan adalah penyambung harapan. Dengan berfungsinya kembali akses ini, distribusi hasil pertanian dan perkebunan akan lebih lancar, anak-anak bisa kembali ke sekolah tanpa harus memutar jauh atau menghadapi risiko, dan mobilitas warga untuk layanan kesehatan maupun sosial kembali normal.
Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda menegaskan komitmen TNI AD, khususnya Kodim 1003/HSS, dalam mendukung agenda pembangunan nasional hingga ke pelosok. Sinergi antara TNI dan rakyat menjadi kunci agar program infrastruktur tidak hanya cepat dibangun, tetapi juga tepat sasaran dan berkelanjutan.
Kodim 1003/HSS akan terus mengawal proses pembangunan hingga selesai dan memastikan jembatan dapat digunakan dengan aman oleh masyarakat. Ke depan, model kerja kolaboratif seperti ini diharapkan menjadi contoh penanganan infrastruktur pasca bencana di wilayah lain.
@pendim1003
