BOALEMO – Semangat kemanunggalan TNI dan rakyat kembali terpotret nyata di lokasi TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1316/Boalemo. Di tengah tantangan medan yang cukup menguras energi, personel Satgas bersama masyarakat Desa Hutamonu, Kecamatan Botumoito, terus memacu pembangunan jalan rabat beton guna mengejar target rampung tepat waktu.
Kamis (30/04/2026).
Hingga hari ini, pengerjaan infrastruktur jalan tersebut telah menunjukkan grafik kemajuan yang menggembirakan dengan tambahan capaian sepanjang 50 meter. Meski proses pengerjaan didominasi dengan metode manual, hal tersebut tidak menyurutkan ritme kerja para prajurit dan warga di lapangan.
Harmoni Gotong Royong: Angkong dan Ember Jadi Saksi
Keterbatasan alat berat di titik pengecoran justru memunculkan sisi estetika gotong royong yang kuat. Personel gabungan dari Kodim 1316/Boalemo dan Yonif TP 915/Bitu’o tampak terampil berkolaborasi dengan penduduk setempat dalam meracik material. Mulai dari semen, pasir, hingga batu spiral diolah dengan teliti menggunakan tenaga manusia untuk menjaga kualitas beton yang kokoh.
Estafet material menggunakan gerobak dorong (angkong) dan ember kecil menjadi pemandangan harian di lokasi. Deru tawa dan obrolan ringan antara prajurit dan warga seolah menjadi “suplemen” alami yang mengusir rasa lelah di bawah sengatan matahari Boalemo.
“Kami tidak melihat keterbatasan alat sebagai penghalang. Justru di sinilah seni kemanunggalan itu diuji. Setiap adukan semen yang kita tuang adalah bentuk pengabdian TNI untuk memastikan mobilitas warga di masa depan menjadi lebih baik,” ujar salah satu anggota Satgas di lokasi pengerjaan.
Instruksi Dansatgas: Kualitas Adalah Prioritas Utama
Komandan Satgas (Dansatgas) TMMD ke-128 Boalemo, Letkol Czi Wiratama Suryono, S.T., M.Si., M.S., memantau perkembangan signifikan di lapangan. Beliau memberikan apresiasi mendalam terhadap militansi prajurit dan sinergitas warga yang tak kenal lelah.
Dalam arahannya, Letkol Czi Wiratama menekankan bahwa setiap jengkal jalan yang dibangun harus memiliki standar ketahanan yang baik.
“Saat ini seluruh personel dan warga sedang dalam fase percepatan. Saya telah instruksikan agar pengangkutan material dilakukan secara simultan supaya pengecoran jalan rabat beton ini tidak terhambat. Fokus kita dua arah: kecepatan waktu dan kekuatan struktur bangunan,” tegas Letkol Czi Wiratama.
Lebih lanjut, perwira menengah dengan dua melati di pundak ini menjelaskan bahwa akses jalan tersebut merupakan “urat nadi” baru bagi kesejahteraan masyarakat Hutamonu.
“Infrastruktur ini adalah investasi sosial. Jika jalan ini segera tuntas dan dapat dilewati, maka akses ekonomi, pendidikan bagi anak-anak sekolah, hingga layanan kesehatan akan jauh lebih mudah dijangkau. Kami ingin kehadiran TMMD ke-128 di Kabupaten Boalemo meninggalkan jejak manfaat yang panjang dan berkelanjutan bagi rakyat,” pungkasnya.
Menuju Target 100 Persen
Hingga berita ini diturunkan, pengerjaan terus dipacu dengan pembagian shift kerja yang efektif. Satgas TMMD 128 Kodim 1316/Boalemo optimis seluruh sasaran fisik akan rampung 100 persen sebelum masa penutupan.
Keberhasilan di Desa Hutamonu ini kembali mempertegas jati diri TNI sebagai tentara rakyat yang hadir memberikan solusi nyata di tengah kesulitan masyarakat, sekaligus membuktikan bahwa dengan kekuatan swadaya dan kebersamaan, pembangunan di daerah pelosok dapat terakselerasi dengan maksimal.(1316).
