BOALEMO – Semangat pengabdian tanpa batas ditunjukkan oleh Satuan Tugas (Satgas) Tentara Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 Kodim 1316/Boalemo. Meski kalender menunjukkan hari libur, angkong serta ayunan sekop para prajurit bersama masyarakat tetap menggema di lokasi pembangunan jalan rabat beton Desa Hutamonu, Minggu (03/05/2026).
Progres pembangunan fisik di titik ini menunjukkan grafik yang sangat signifikan. Sinergi antara prajurit tangguh dari Kodim 1316/Boalemo dan Yonif TP 915/Bitu’o tampak menyatu dengan keringat warga setempat. Mereka bahu-membahu memastikan akses transportasi yang diimpikan warga selama bertahun-tahun segera terwujud.
Dedikasi di Hari Libur
Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-128 Kodim 1316/Boalemo, Letkol Czi Wiratama Suryono, S.T., M.Si., M.S., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para personel yang tetap memilih berada di lapangan demi mengejar target waktu.
“Saya melihat semangat yang luar biasa. Walaupun hari ini adalah hari libur, para prajurit dan masyarakat tidak sedikit pun mengendurkan ritme kerja. Ini bukan sekadar membangun jalan, tapi membangun masa depan kesejahteraan masyarakat Desa Hutamonu,” ujar Letkol Czi Wiratama.
Beliau menambahkan bahwa pengorbanan waktu dan tenaga yang diberikan oleh para prajurit dan warga merupakan bentuk nyata dari kemanunggalan TNI dengan rakyat.
Jalan rabat beton ini diproyeksikan menjadi urat nadi perekonomian bagi warga Desa Hutamonu. Selama ini, akses jalan yang sulit sering kali menjadi penghambat distribusi hasil pertanian dan mobilitas warga. Dengan progres yang terus “digenjot” setiap hari, diharapkan pengerjaan dapat selesai tepat waktu sebelum penutupan program TMMD.
Efisiensi Waktu
Pengerjaan dilakukan secara paralel di beberapa titik untuk mempercepat penyambungan jalan.
Kebanggaan Dansatgas TMMD 128
Letkol Czi Wiratama Suryono menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh elemen yang terlibat.
“Saya bangga dengan dedikasi kalian. Terima kasih atas pengorbanan waktu serta tenaga yang telah disumbangkan. Ingatlah, setiap tetes keringat yang jatuh di jalan ini akan menjadi amal jariyah dan manfaat besar bagi saudara-saudara kita di desa ini,” tutupnya dengan tegas.
Kini, wajah Desa Hutamonu mulai berubah. Jalan tanah yang dulunya becek saat hujan, perlahan mulai tertutup beton kokoh, menandakan era baru konektivitas yang lebih baik bagi masyarakat Boalemo.(1316).
