HULU SUNGAI SELATAN – Semangat gotong royong antara prajurit TNI dari Kodim 1003/Hulu Sungai Selatan (HSS) dan masyarakat kembali melahirkan karya nyata. Sebuah jembatan beton permanen yang akan diberi nama Jembatan Garuda kini tengah dibangun di Dusun Wawaran, Desa Taniran Kubah, Kecamatan Angkinang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Senin (13/7/2026).

Pembangunan jembatan tersebut menjadi solusi atas kondisi jembatan kayu yang selama bertahun-tahun mengalami kerusakan berat dan membahayakan keselamatan warga. Selain menghambat mobilitas masyarakat, kondisi jembatan lama juga menyulitkan aktivitas ekonomi, pendidikan, maupun pelayanan kesehatan.

Dengan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat, personel Kodim 1003/HSS bersama warga bergotong royong mempercepat pembangunan jembatan agar dapat segera dimanfaatkan oleh masyarakat.

Komandan Kodim 1003/HSS, Letkol Inf Ading Priyotantoko, mengatakan pembangunan Jembatan Garuda merupakan bentuk nyata kepedulian TNI dalam membantu mengatasi kesulitan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga.

“Jembatan beton yang menggantikan jembatan kayu rusak berat ini merupakan implementasi program unggulan pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, melalui TNI. Kehadirannya diharapkan mampu membuka keterisolasian wilayah sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah,” ujar Dandim.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur tersebut tidak hanya menghadirkan rasa aman bagi masyarakat saat melintas, tetapi juga menjadi pendorong percepatan pembangunan desa.

“Kami berharap Jembatan Garuda dapat memberikan manfaat jangka panjang, mulai dari memperlancar distribusi hasil pertanian, mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak sekolah, hingga mempercepat pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” tambahnya.

Keberadaan jembatan beton ini nantinya akan menjadi urat nadi baru bagi aktivitas warga. Para petani tidak lagi harus khawatir saat membawa hasil panen menuju pasar karena akses transportasi menjadi lebih cepat, aman, dan efisien. Dampaknya, biaya operasional dapat ditekan sehingga diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, Jembatan Garuda menjadi simbol kuatnya kebersamaan antara TNI dan rakyat. Semangat gotong royong yang ditunjukkan selama proses pembangunan mencerminkan komitmen bersama dalam mewujudkan kemajuan desa sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

@pendim1003

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *