SUKOHARJO – Tidak semua bunyi keras membawa ketegangan. Di Desa Parangjoro, suara cangkul yang menghantam campuran pasir, semen, dan kerikil justru menghadirkan rasa optimistis. Irama kerja para prajurit bersama warga menjadi penanda perubahan yang berlangsung sedikit demi sedikit.

Gerakan mereka tampak padu. Tangan yang terbiasa memegang perlengkapan militer bergantian mengaduk material bangunan dengan ritme nyaris serempak. Tidak ada jarak antara seragam loreng dan pakaian sederhana warga. Semua larut dalam pekerjaan yang sama.

Bagi masyarakat, pemandangan itu meninggalkan kesan mendalam. Semangat prajurit bukan sekadar menyelesaikan pekerjaan fisik, melainkan menumbuhkan keyakinan bahwa kebersamaan masih menjadi kekuatan terbesar membangun desa. Rasa lelah berubah menjadi energi ketika dilakukan bersama.

Rabu (29/7/2026), suasana tersebut kembali terlihat di lokasi TMMD Reguler ke-129 Kodim 0726/Sukoharjo. Setiap adukan material menjadi bagian penting dalam pembangunan talud, renovasi rumah, dan sarana umum untuk masyarakat jangka panjang.

Di balik bunyi cangkul yang nyaring, tersimpan pesan sederhana bahwa pengabdian tidak selalu hadir di medan pertempuran. Kadang, ia lahir dari kerja keras yang membuat kehidupan warga lebih baik.(Red/Ap)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *