HULU SUNGAI SELATAN – Komitmen TNI dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat terus diwujudkan Kodim 1003/Hulu Sungai Selatan (HSS). Kali ini Komandan Kodim 1003/HSS Letkol Inf Ading Priyotantoko hadir dalam podcast bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten HSS untuk membahas perkembangan pembangunan Jembatan Garuda atau Jembatan Perintis Garuda di wilayah teritorial Kodim 1003/HSS. Kamis (13/8/26)
Berlokasi di Ruang Podcast Kominfo Jl. Dahlia Kandangan Utara. Letkol Inf Ading Priyotantoko didampingi narasumber M. Khamil dan Herdiliana berdiskusi mengenai pelaksanaan program pembangunan Jembatan Garuda yang merupakan bagian dari program unggulan pemerintah melalui TNI.
Dalam kesempatan tersebut, Dandim 1003/HSS menjelaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan wujud komitmen pemerintah bersama TNI dalam menghadirkan infrastruktur penghubung bagi masyarakat, khususnya di wilayah terpencil, tertinggal maupun daerah yang terdampak bencana.
“Program ini merupakan bentuk komitmen TNI, melalui Bapak Kasad selaku Ketua Satgas, untuk mendukung pemerintah dalam menghadirkan infrastruktur yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” jelas Letkol Inf Ading Priyotantoko.
Sebagai satuan kewilayahan, Kodim 1003/HSS turut berperan aktif dalam merealisasikan program tersebut dengan melibatkan masyarakat melalui semangat gotong royong. Hingga saat ini, pembangunan yang dilaksanakan mencakup dua jembatan gantung di Kecamatan Loksado, empat jembatan beton di Kecamatan Angkinang dan Padang Batung, serta satu jembatan Armco.
Menurut Dandim 1003/HSS pembangunan tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga menjadi solusi atas persoalan konektivitas masyarakat yang selama ini mengalami keterbatasan akses akibat kondisi geografis maupun bencana.
Ia kemudian menceritakan kembali pengalamannya ketika pertama kali menjabat sebagai Dandim 1003/HSS pada Desember 2025. Saat itu, Kabupaten HSS dilanda banjir yang berdampak cukup besar terhadap kehidupan masyarakat. Salah satu dampaknya adalah terputusnya jembatan gantung yang menjadi satu satunya akses penghubung bagi masyarakat Desa Tumingki, Kecamatan Loksado.
“Setelah menerima laporan, bersama pemerintah daerah, Bupati HSS langsung meninjau lokasi. Kami melihat langsung bagaimana jembatan gantung yang menjadi akses utama masyarakat hilang akibat diterjang banjir. Kondisi tersebut kemudian kami laporkan ke komando atas dan alhamdulillah mendapatkan tanggapan hingga akhirnya jembatan tersebut kembali dibangun dengan konstruksi yang lebih kokoh,” ungkapnya.
Pasca terputusnya jembatan, masyarakat sempat berinisiatif membuat rakit sederhana dari bambu untuk menyeberangi sungai. Sarana tersebut digunakan untuk menunjang aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan perekonomian dan mobilitas warga. Namun, kondisi itu tentunya memiliki risiko keselamatan yang cukup tinggi, terlebih bagi anak-anak dan masyarakat yang harus beraktivitas melintasi sungai.
Dengan hadirnya Jembatan Garuda, Kodim 1003/HSS berharap akses masyarakat dapat kembali terbuka dan semakin baik. Keberadaan jembatan diharapkan memberikan dampak positif terhadap berbagai sektor kehidupan, terutama perekonomian masyarakat, pendidikan serta konektivitas antarwilayah.
“Harapan kita, pembangunan Jembatan Garuda ini benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Tidak hanya memperlancar konektivitas dan meningkatkan perekonomian, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi anak-anak sekolah maupun masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” pungkas Dandim.
Melalui pembangunan tersebut, sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menghadirkan pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antarwilayah di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.
@pendim1003
