ACEH SINGKIL – Pembangunan jembatan perintis penghubung Desa Cibubukan dan Desa Serasah di Kecamatan Simpang Kanan, Kabupaten Aceh Singkil terus maju, dengan fokus saat ini pada penebalan cor angkur yang dikerjakan personel TNI bersama masyarakat pada Senin (24/8/2026).
Pekerjaan penebalan dilaksanakan secara bertahap dan menuntut ketelitian pada tiap bagian struktur, sementara material yang telah disiapkan dimanfaatkan penuh untuk menunjang proses pembangunan.
Aktivitas tidak berhenti pada siang hari; dengan penerangan yang tersedia di lokasi, tim TNI dan warga melanjutkan pekerjaan hingga malam untuk mengejar target progres pembangunan tanpa mengabaikan keselamatan dan ketelitian.
Penebalan cor pada bagian angkur menjadi tahapan krusial karena berkaitan langsung dengan kekuatan dan kestabilan jembatan, sehingga pengerjaannya dilakukan secara berkala agar mendukung struktur keseluruhan.
Semangat gotong royong tampak nyata melalui keterlibatan warga dalam berbagai tugas di lokasi, mulai dari menyiapkan material hingga membersihkan area kerja sesuai kebutuhan.
Kehadiran personel TNI turut memotivasi masyarakat; kerja bersama antara TNI dan warga menjadikan pembangunan ini bukan sekadar aktivitas fisik, melainkan juga upaya mempererat hubungan sosial.
Jembatan perintis itu memegang peranan penting bagi warga Desa Cibubukan dan Desa Serasah karena menjadi akses utama untuk menunjang mobilitas sehari-hari, termasuk kegiatan ekonomi, pendidikan, dan sosial.
Dengan percepatan pengerjaan, harapan warga agar akses penghubung yang lebih baik segera terwujud semakin mendekat, seiring selesainya setiap tahapan konstruksi.
Meski menghadapi keterbatasan sarana dan medan yang sulit, personel TNI dan masyarakat terus bekerja memanfaatkan sumber daya yang ada sambil berkoordinasi secara rapi untuk menjaga kelancaran pembangunan.
Pengerjaan yang berlangsung dari siang hingga malam mencerminkan tinggi semangat semua pihak, namun percepatan tetap dilakukan dengan perhatian terhadap aspek teknis agar setiap bagian konstruksi dikerjakan cermat.
Bagi warga, pembangunan jembatan bukan sekadar infrastruktur; jembatan diharapkan membuka peluang lebih luas, memperlancar hubungan antardesa, dan memudahkan berbagai aktivitas warga.
Saat penebalan cor angkur masih dikerjakan, perhatian pelaksana juga tertuju pada kesiapan material dan rencana tahapan pekerjaan selanjutnya untuk menjaga kesinambungan progres.
Kerja sama antara TNI dan masyarakat dari siang hingga malam menunjukkan kebersamaan yang nyata dalam upaya membangun infrastruktur daerah secara bersama-sama.
Pembangunan jembatan perintis Cibubukan-Serasah terus berlanjut; penebalan cor angkur menjadi tahap penting yang sedang dikerjakan sementara semangat gotong royong menjadi pendorong utama agar pembangunan tetap berjalan. (Pr012).
