TAPIN – Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan dari Markas Besar TNI menggelar sosialisasi pencegahan Karhutla bagi pelajar MAN 1 Tapin di Aula sekolah, Kecamatan Tapin Utara, Jumat (04/09), bertujuan menanamkan kesadaran dini dan membentuk benteng pertahanan bencana sejak usia muda.
Kegiatan tersebut dipimpin oleh Kolonel Inf Wildan dengan pendampingan Kolonel Czi Herry Wibowo dan Kapten Arm Zaenal Fikri. Hadir pula Kepala Sekolah MAN 1 Tapin, Komandan Pos Koramil 1010-01/Bungur, jajaran dewan guru, Pasi Ops Kodim 1010/Tapin beserta anggota, serta Babinsa Tapin Utara di hadapan ratusan siswa-siswi yang antusias.
Dalam arahannya, Kolonel Inf Wildan menegaskan pentingnya melibatkan kalangan pelajar dalam upaya menjaga lingkungan. “Kehadiran kami di sini bukan sekadar menyampaikan materi, melainkan membangun kesadaran kolektif bahwa generasi muda adalah garda terdepan dalam menjaga kelestarian alam. Pemahaman yang benar mengenai penyebab dan dampak kebakaran akan menjadi fondasi kuat agar mereka tidak hanya cerdas secara akademis, tetapi juga peduli dan mampu menjaga tanah air dari ancaman api,” ujar Kolonel Inf Wildan dengan penuh semangat.
Materi disampaikan secara lugas dan mudah dipahami, meliputi analisis faktor penyebab kebakaran hutan dan lahan, dampak kerusakan terhadap lingkungan dan kesehatan, serta strategi pencegahan yang efektif dan sederhana. Penjelasan disusun agar mudah dimengerti pelajar.
Kapten Arm Zaenal Fikri turut menguraikan poin-poin penting agar pesan dapat terserap baik oleh para pelajar. “Kami ingin membekali adik-adik siswa dengan wawasan yang utuh. Mereka harus paham bagaimana api bisa berkobar dan seberapa besar dampaknya bagi kehidupan, serta langkah nyata apa yang bisa dilakukan untuk mencegahnya, mulai dari lingkungan terdekat,” jelas Kapten Arm Zaenal Fikri saat memaparkan materi di hadapan para peserta.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif dengan respons positif dari pendidik dan pelajar. Kegiatan ini menjadi bukti kepedulian TNI dalam merawat masa depan bangsa melalui pendidikan pencegahan bencana, diharapkan ilmu yang didapat dapat disebarluaskan di masyarakat. (1010).
