TAPIN – Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI melakukan anjangsana ke Kantor BPBD Kabupaten Tapin, Jalan Datu Nuraya, Rantau Kiwa, Kecamatan Tapin Utara pada Rabu (23/09) untuk mempererat sinergi dan menyampaikan aspirasi dari garda terdepan penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Rombongan dipimpin oleh Kolonel Inf Wildan Bahtiar dengan pendampingan Kolonel Czi Herry Wibowo serta Kapten Arm Zaenal Fikri. Kegiatan tersebut dihadiri oleh H. Syahradi, S.IP., M.M. (Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tapin), Murdiansyah, S.E. (Kabid Kedaruratan dan Logistik), Hendra Suriadi, S.AP. (Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi), Khairani, S.Sos. (JF Penata Penanggulangan Bencana), Idi Amin (Kabid Damkar), Pelda Malik (Bati Ops Kodim 1010/Tapin), Sertu Suwardi (Babinsa Koramil 1010-01/Bungur), Briptu Arif Rahman (Bhabinkamtibmas Polsek Tapin Utara), serta relawan TRC.
Pada pertemuan itu, Kolonel Inf Wildan Bahtiar menyampaikan berbagai aspirasi, kendala, dan harapan yang diterimanya dari masyarakat serta relawan di setiap kecamatan dan desa yang telah dikunjungi. “Kehadiran kami ke sini bukan sekadar menyampaikan sosialisasi, melainkan mendengarkan suara langsung dari lapangan—apa yang menjadi kendala saat memadamkan api, apa yang menyulitkan langkah para relawan, serta jaminan perlindungan kesehatan bagi mereka yang berjibaku di garis depan,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa masalah seperti keterbatasan sumber daya, akses, dan perlindungan diri yang dialami relawan harus segera diperhatikan karena merekalah yang berada di garis depan antara api dan keselamatan warga. “Kami akan menyampaikan semua ini ke pihak yang berwenang, agar setiap kesulitan yang dirasakan di lapangan mendapatkan solusi yang nyata, sehingga semangat para relawan tidak surut dan mereka dapat bekerja dengan tenang dan terlindungi,” tambahnya.
Menyambut hal tersebut, Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Tapin H. Syahradi, S.IP., M.M., menyatakan apresiasi atas perhatian Tim Mabes TNI terhadap persoalan Karhutla di wilayahnya. “Kami sangat menyambut baik dan berterima kasih atas kepedulian Tim Mabes TNI yang turun langsung menyentuh kebutuhan di lapangan. Semua aspirasi yang disampaikan melalui perantaraan ini akan kami sampaikan langsung kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Tapin untuk ditindaklanjuti secara sungguh-sungguh,” ungkapnya.
Soal perlindungan kesehatan bagi relawan, Syahradi memaparkan bahwa Dinas Damkar Kabupaten Tapin telah memastikan hal tersebut dengan mendaftarkan sekitar 200 relawan se-Kabupaten Tapin pada program BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk kepedulian negara terhadap pengabdian mereka. “Kami bertekad agar tidak ada satu pun relawan yang berjuang sendirian tanpa perlindungan, karena pengorbanan mereka adalah pengabdian yang mulia bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.
Kolonel Inf Wildan Bahtiar menambahkan bahwa sinergi antara TNI, BPBD, Damkar, pemerintah daerah, dan unsur masyarakat menjadi kunci mengatasi ancaman Karhutla. “Tidak ada kekuatan yang lebih hebat daripada kita yang bersatu, saling mendukung, dan saling menguatkan. Dengan komunikasi yang terbuka dan kepedulian yang tulus, kami yakin Kabupaten Tapin akan semakin tangguh, siap, dan aman dari ancaman kebakaran hutan dan lahan,” pungkasnya.
Kegiatan itu berlangsung hangat dan terbuka, dengan kesepakatan untuk terus mempererat koordinasi, mengatasi kendala, serta memperkuat langkah pencegahan sejak dini demi keselamatan dan kelestarian lingkungan Kabupaten Tapin.(1010)
