MERAUKE – Semangat bela negara dan kecintaan pada tanah air menjadi fokus Upacara Pembukaan Persami Bela Negara Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) untuk siswa-siswi SMK di wilayah Kodim 1707/Merauke pada Sabtu (3/10/2026) pukul 09.30 WIT, yang digelar di Lapangan Sepak Bola Makodim 1707/Merauke, Jln. Raya Mandala, Distrik Merauke, Kabupaten Merauke, Papua Selatan.

Kegiatan dipimpin Danramil 1707-02/Merauke Mayor Inf La Haruni dan diikuti sekitar 70 peserta serta tamu undangan. Pasukan upacara tersusun dari 1 kelompok pembina dan 2 SST peserta SMK Negeri 1 Merauke, dengan hadirnya Kadis Dikbud Kabupaten Merauke Romanus Kande Kahol, S.IP., M.Si., Kepala SMK Negeri 1 Merauke Dra. Mariana Lusi Lalong, Wakasek Dra. Nuria, M.Pd., dan Guru Pendamping Vitra Tandigau, S.Pd. Upacara dipimpin Komandan Upacara Kapten Czi Sage dan Perwira Upacara Letda Inf Eko Basuki.

Acara dimulai dengan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, penghormatan pasukan, laporan komandan upacara, pernyataan resmi pembukaan, penyematan tanda peserta, serta pembacaan Ikrar Bela Negara. Persami dijadwalkan berlangsung dua hari, yakni 3–4 Oktober 2026.

Dalam amanat Dandim 1707/Merauke Letkol Inf Bayu Prabowo, S.I.P., yang dibacakan Mayor Inf La Haruni, ditegaskan bahwa bela negara bukan hanya tugas TNI dan Polri melainkan hak dan kewajiban setiap warga negara sesuai Pasal 27 ayat (3) UUD 1945. Bentuk bela negara meliputi kecintaan terhadap Tanah Air, kesadaran berbangsa dan bernegara, keyakinan terhadap Pancasila, kerelaan berkorban, disiplin, serta penguatan wawasan kebangsaan.

“Kita berada di Merauke, beranda terdepan Indonesia. Dari Timur inilah matahari terbit pertama kali menyinari Nusantara. Jangan mudah dipecah belah, jangan termakan hoaks dan ujaran kebencian. Mari kita jaga Merauke, jaga Papua, dan jaga Indonesia,” ujarnya.

Panitia berharap melalui Persami Bela Negara KKRI, peserta siswa dapat tumbuh menjadi generasi yang disiplin, tangguh, peduli, dan memiliki semangat pengabdian serta menerapkan nilai-nilai tersebut di keluarga, sekolah, dan masyarakat sebagai bukti kecintaan kepada Bangsa dan Tanah Air.(1707).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *