TAPIN – Dua kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) muncul di Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan pada Minggu (4/10), dan langsung mendapat penanganan cepat dari Babinsa Koramil 1010-04/Binuang bersama tim pemadam dan relawan.

Kejadian pertama berlangsung di lahan perkebunan milik warga bernama Ikhsan yang terletak di perbatasan Blok F dengan Blok G, Desa A. Yani Pura, Kecamatan Binuang. Setelah menerima laporan, personel Koramil 1010-04/Binuang bergerak bersama BPK Balantak, BPK Sapat dan BPK Barata menuju lokasi.

Untuk menekan api, tim mengerahkan dua unit armada dari BPK Barata dan BPK Sapat. Upaya bersama ini membuahkan hasil; api berhasil dipadamkan. Diperkirakan luas lahan yang terbakar sekitar 15 borong dan tidak dilaporkan korban jiwa.

Sampai kini penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Usai pemadaman, personel Koramil bersama BPK dan relawan tetap melakukan pemantauan serta pendinginan agar tidak ada bara atau titik api yang kembali menyala.

Tidak lama berselang, laporan kebakaran kembali diterima dari titik berbeda, yakni di area semak belukar Jalan Lingkar Binuang, Kelurahan Binuang, Kecamatan Binuang.

Personel Koramil 1010-04/Binuang bersama BPK Balantak, BPK Sapat dan Tim Relawan Barata segera bergerak ke lokasi. Untuk penanganan di titik ini, tim menurunkan tiga unit armada pemadam.

Berkat respons cepat dan koordinasi antarunsur di lapangan, api dapat dikendalikan dan dipadamkan. Luas lahan yang terdampak pada kejadian kedua diperkirakan mencapai sekitar 1 hektare. Tidak ada korban jiwa dan penyebab kebakaran masih belum diketahui.

Setelah pemadaman di kedua lokasi, personel Koramil 1010-04/Binuang bersama BPK dan relawan terus melakukan monitoring guna memastikan tidak ada titik api tersisa yang dapat membesar kembali.

Pasi Ops Kodim 1010/Tapin Kapten Inf Asep Abi menyatakan bahwa kecepatan merespons laporan Karhutla menjadi kunci utama untuk mencegah meluasnya api, terutama di musim lahan kering.

“Kami mengapresiasi kesigapan Babinsa Koramil 1010-04/Binuang bersama BPK dan para relawan yang langsung bergerak setelah menerima laporan. Kecepatan penanganan dan sinergi di lapangan sangat penting agar api dapat segera dikendalikan,” ujar Kapten Inf Asep Abi.

Ia menambahkan bahwa Kodim 1010/Tapin lewat jajaran kewilayahan akan meningkatkan pengawasan pada wilayah rawan Karhutla serta memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, petugas pemadam kebakaran dan masyarakat.

“Kami mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya ketika beraktivitas di lahan yang kering dan mudah terbakar. Jika menemukan asap atau titik api, segera laporkan kepada Babinsa, aparat setempat atau petugas pemadam agar dapat ditangani sedini mungkin,” tegasnya.

Dalam kurun waktu kurang dari tiga jam, dua kejadian Karhutla di wilayah Kecamatan Binuang tersebut berhasil ditangani oleh tim gabungan. Kesigapan Babinsa bersama BPK dan relawan menunjukkan pentingnya kolaborasi seluruh unsur dalam menghadapi ancaman Karhutla serta menjaga wilayah Kabupaten Tapin tetap aman dari meluasnya kebakaran.(1010).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *