ACEH JAYA – Pemantauan harga kebutuhan pokok terus dilakukan aparat kewilayahan untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga di tengah aktivitas masyarakat pasca Hari Raya Idul Fitri. Pada Sabtu (04/04/2026), Babinsa jajaran Koramil 06/Teunom Kodim 0114/Aceh Jaya melaksanakan pengecekan langsung ke pasar di wilayah Kecamatan Teunom, Kabupaten Aceh Jaya.

Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi harga sembako secara langsung di lapangan sekaligus memastikan ketersediaan bahan pokok bagi masyarakat tetap aman.

Dalam pengecekan tersebut, Babinsa mendatangi sejumlah pedagang serta berinteraksi langsung untuk memperoleh informasi mengenai harga dan pasokan barang kebutuhan pokok yang dijual di pasar.

Dari hasil pemantauan yang dilakukan, diketahui bahwa harga sejumlah komoditas kebutuhan pokok di pasar wilayah Teunom masih relatif stabil meskipun aktivitas masyarakat mulai meningkat setelah libur Lebaran.

Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, harga beras premium saat ini berada pada kisaran Rp245.000 per sak. Sementara itu, minyak goreng curah dijual dengan harga Rp18.000 per kilogram, sedangkan minyak goreng kemasan berada di kisaran Rp21.000 per liter.

Untuk komoditas gula pasir, harga yang berlaku di pasar mencapai Rp20.000 per kilogram. Adapun harga telur ayam tercatat sebesar Rp57.000 per papan.

Sementara itu, beberapa komoditas sayuran dan bumbu dapur juga terpantau berada pada kisaran harga yang relatif stabil. Cabai merah besar dijual dengan harga sekitar Rp55.000 per kilogram, sedangkan cabai rawit berada pada kisaran Rp65.000 per kilogram.

Harga bawang merah tercatat sebesar Rp35.000 per kilogram, sementara bawang putih dijual dengan harga sekitar Rp40.000 per kilogram.

Selain itu, harga tomat berada pada kisaran Rp13.000 per kilogram, wortel sekitar Rp10.000 per kilogram, dan kentang dijual dengan harga sekitar Rp12.000 per kilogram.

Untuk komoditas tepung terigu, pedagang menjualnya dengan harga Rp10.000 per kilogram, sedangkan tepung segitiga biru berada pada kisaran Rp13.000 per kilogram.

Babinsa yang melakukan pemantauan mengatakan bahwa kegiatan pengecekan harga sembako ini merupakan bagian dari tugas monitoring wilayah guna mengetahui perkembangan situasi ekonomi masyarakat.

“Kami melakukan pemantauan langsung di pasar untuk memastikan harga kebutuhan pokok masih dalam kondisi stabil serta ketersediaannya mencukupi bagi masyarakat,” ujarnya.

Selain mencatat harga sembako, Babinsa juga berdialog dengan para pedagang untuk mengetahui kondisi pasokan barang yang masuk ke pasar.

Dari hasil komunikasi dengan pedagang, diketahui bahwa distribusi barang kebutuhan pokok masih berjalan lancar sehingga tidak terjadi kelangkaan komoditas di pasaran.

Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas pasar juga menjadi sarana komunikasi sosial dengan masyarakat. Melalui interaksi tersebut, berbagai informasi mengenai kondisi ekonomi warga dapat diperoleh secara langsung.

Para pedagang menyambut baik kegiatan pemantauan yang dilakukan oleh aparat kewilayahan karena dinilai dapat memberikan rasa aman sekaligus memastikan kondisi pasar tetap kondusif.

Selain itu, Babinsa juga mengimbau para pedagang agar tetap menjaga stabilitas harga dan tidak melakukan praktik penimbunan barang yang dapat merugikan masyarakat.

Dengan adanya kegiatan pemantauan rutin seperti ini, diharapkan kondisi pasar di wilayah Kecamatan Teunom tetap stabil dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

Pemantauan harga sembako ini juga merupakan bagian dari upaya aparat teritorial dalam mendukung stabilitas ekonomi masyarakat serta memastikan aktivitas perdagangan di wilayah binaan berjalan lancar dan tertib.

Selama kegiatan berlangsung, situasi pasar terpantau aman, aktivitas jual beli berjalan normal, dan kebutuhan pokok masyarakat tersedia dengan cukup di pasaran.(0114).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *