HULU SUNGAI SELATAN – Semangat gotong royong antara TNI dan masyarakat menggema di Desa Hulu Banyu, Kecamatan Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan. Pasca ground breaking beberapa waktu lalu, personel Kodim 1003/HSS kini menggeber percepatan pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda untuk memulihkan akses warga yang terputus akibat banjir besar tahun 2025. Kamis (9/4/26)

Jembatan lama yang menjadi urat nadi penghubung antar desa hanyut diterjang banjir tahun lalu. Kondisi itu membuat sejumlah wilayah di Loksado terisolasi, distribusi logistik terhambat, dan anak-anak sekolah harus memutar jauh bahkan terhenti aktivitas belajarnya. Menjawab kondisi tersebut, pemerintah pusat melalui program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto menugaskan jajaran TNI Kodim 1003/HSS untuk membangun kembali infrastruktur vital ini.

Kapten Inf Jupardi Sinurad yang memimpin langsung di lapangan menjelaskan bahwa saat ini tim fokus pada tahap konstruksi awal. “Pengerjaan terus dikebut untuk pembuatan konstruksi pondasi titik sudut, as bangunan, dan penentuan ketinggian level bangunan. Paralel dengan itu kami juga menyiapkan material utama seperti sling, angkur, dan lantai jembatan,” terangnya saat ditemui di lokasi,

Ia menegaskan, Jembatan Perintis Garuda bukan satu-satunya target. “Masih ada 2 titik lainnya di wilayah Kabupaten HSS yang masuk program pembangunan untuk membuka keterisolasian akibat bencana,” tambah Kapten Jupardi

Kapten Jupardi menekankan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah di wilayah terpencil. “Ini adalah salah satu program prioritas Bapak Presiden RI Prabowo Subianto melalui TNI. Kami hadir untuk menjawab permasalahan di tingkat bawah, khususnya masyarakat di wilayah yang terisolasi bencana alam,” ujarnya.

“Dengan adanya jembatan ini, diharapkan konektivitas semakin lancar sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, mempercepat distribusi hasil pertanian, serta mempermudah akses menuju fasilitas pendidikan dan kesehatan,” tutupnya.

Kegembiraan warga terlihat jelas di lokasi pekerjaan. Kepala Desa Hulu Banyu, Muhammad Yadi, mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih langsung kepada pemerintah.

“Kami atas nama masyarakat Desa Hulu Banyu mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden RI Prabowo Subianto melalui jajaran TNI Kodim 1003/HSS yang telah membangun jembatan gantung pengganti yang putus saat musibah banjir tahun kemarin,” ungkap Yadi.

Menurutnya, jembatan ini bukan sekadar bangunan fisik. “Ini pembuka akses perputaran ekonomi warga dan penyemangat anak-anak kami untuk kembali giat sekolah tanpa rasa takut menyeberang sungai,” imbuhnya.

Sejak hari pertama, proses pembangunan melibatkan warga secara aktif. Mulai dari pembersihan lokasi, pengangkutan material manual ke titik yang tidak bisa dijangkau kendaraan, hingga penyiapan konsumsi bersama. Model gotong royong ini dipilih agar warga ikut memiliki dan menjaga jembatan setelah selesai.

Kodim 1003/HSS menargetkan seluruh rangkaian konstruksi rampung sesuai jadwal yang ditetapkan, mengingat urgensi jembatan bagi aktivitas harian warga Loksado. Pengerjaan dilakukan dengan pengawasan ketat agar memenuhi standar kekuatan dan keamanan jembatan gantung.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Loksado menjadi simbol pemulihan pasca-bencana sekaligus bukti kolaborasi pemerintah pusat, TNI, dan masyarakat. Ke depan, konektivitas yang pulih diharapkan menjadi pemicu bangkitnya ekonomi kawasan pegunungan Meratus dan meningkatnya kualitas hidup warga Hulu Sungai Selatan.

@pendim1003

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *