Aceh Barat — Matahari belum tinggi ketika aktivitas sudah menggeliat di lahan pertanian Desa Pasi Aceh. Dump truck datang silih berganti membawa sirtu, sementara personel Satgas TMMD bersama warga sigap meratakan material yang baru dituang, Sabtu (28/2/2026).

Panjang jalan yang mencapai 5,4 kilometer menjadi saksi kerja keras yang tak mengenal lelah. Setiap jengkalnya ditata dengan harapan dapat mempermudah aktivitas warga yang menggantungkan hidup pada hasil sawah dan kebun.

Komandan Satgas menyampaikan bahwa TMMD bukan hanya tentang pembangunan fisik, melainkan juga tentang menghadirkan harapan. Jalan yang kuat akan menjadi penghubung antara kerja keras petani dan kesejahteraan yang mereka cita-citakan.

Di tengah debu yang beterbangan, pengabdian itu tetap tegak berdiri—menjadi jembatan antara hari ini dan masa depan desa.(0105).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *