ACEH BARAT – Dalam upaya memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi pasca banjir yang melanda wilayah Kecamatan Pante Ceureumen, Babinsa Posramil 05/PC Kodim 0105/Aceh Barat terus melakukan pengecekan stok dan harga bahan pokok di berbagai titik pemukiman serta pusat-pusat perdagangan. Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi kelangkaan dan kenaikan harga sembako akibat terputusnya akses transportasi di beberapa wilayah, Minggu (07/12/2025).
Pada kegiatan monitoring yang dilakukan sejak pagi hari, Babinsa mendatangi sejumlah kios, warung sembako, dan pasar tradisional untuk memeriksa ketersediaan barang-barang penting seperti beras, minyak goreng, gula, telur, mi instan, serta kebutuhan lainnya. Selain pengecekan fisik, Babinsa juga berdialog langsung dengan para pedagang dan warga untuk mengetahui kondisi perputaran stok pasca bencana.
Menurut Babinsa Posramil 05/Pante Ceureumen, pengecekan intensif ini merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial di masa pemulihan. Ia menegaskan bahwa pasca banjir, masyarakat cenderung mengalami keterbatasan akses dan khawatir terhadap potensi kenaikan harga sembako. Oleh karena itu, keberadaan aparat di lapangan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus menjaga agar tidak ada pihak yang memanfaatkan situasi untuk melakukan penimbunan.
“Kami ingin memastikan kebutuhan pokok tetap tersedia dan terjangkau oleh masyarakat. Pasca banjir, distribusi barang sempat terhambat, sehingga perlu pengawasan lebih ketat agar tidak terjadi penyimpangan,” ujarnya dalam kesempatan tersebut.
Selain melakukan pengecekan, Babinsa juga mengimbau para pedagang untuk tetap menjual barang sesuai harga normal serta menghindari praktik penimbunan yang dapat merugikan masyarakat. Di sisi lain, warga juga diberikan edukasi agar tetap tenang, tidak melakukan panic buying, dan segera melapor apabila menemukan indikasi permainan harga atau kelangkaan barang tertentu.
Masyarakat menyambut baik langkah cepat yang dilakukan Babinsa. Beberapa pedagang mengaku bahwa kehadiran aparat sangat membantu dalam menjaga stabilitas harga, apalagi situasi pasca banjir membuat sebagian warga kesulitan mendapatkan pasokan sembako karena akses jalan sempat tertutup lumpur dan genangan.
Kegiatan monitoring ini akan terus dilakukan secara rutin hingga kondisi wilayah benar-benar pulih dan distribusi logistik kembali berjalan normal. Selain memantau kebutuhan pokok, Babinsa Posramil 05/Pante Ceureumen juga terus berkoordinasi dengan pemerintah kecamatan serta perangkat desa dalam upaya penanganan dampak banjir lainnya, seperti pembersihan lingkungan, pemulihan fasilitas umum, dan pendataan kerusakan.
Dengan langkah aktif ini, TNI melalui Babinsa berharap mampu menjaga ketahanan pangan daerah sekaligus mendukung pemulihan kondisi sosial ekonomi masyarakat setelah musibah banjir.
