TAPIN – Dua kebakaran lahan tercatat muncul di Kabupaten Tapin, Kalimantan Selatan, pada Minggu, (13/9), dan langsung ditangani oleh Babinsa bersama unsur terkait.
Dua titik yang terbakar berada di Desa Sawang, Kecamatan Tapin Selatan seluas sekitar 0,5 hektare, serta di Desa Bungur, Kecamatan Bungur seluas sekitar 0,7 hektare. Tidak ada korban jiwa, sedangkan penyebab kebakaran masih belum diketahui.
Pasiops Kodim 1010/Tapin Kapten Inf Asep mengatakan saat informasi diterima, Babinsa dari Koramil 1010-03/Tapin Selatan dan Koramil 1010-01/Bungur dikerahkan untuk membantu penanganan di lapangan bersama unsur penanganan karhutla lainnya.
“Babinsa kami terjunkan sebagai bentuk perbantuan dan sinergi di lapangan. Penanganan utama tetap dilakukan oleh unsur yang memiliki kewenangan, khususnya BPBD dan Damkar. TNI hadir untuk membantu agar penanganan berjalan cepat dan kondisi dapat segera dikendalikan,” ujar Kapten Inf Asep.
Ia menyebutkan, penanganan kebakaran hutan dan lahan menuntut respons cepat dan koordinasi antar-pihak. Kehadiran Babinsa bukan untuk menggantikan tugas BPBD atau Damkar, melainkan memperkuat upaya bersama di lokasi kejadian.
“Karhutla tidak mengenal hari libur. Ketika ada kejadian, yang dibutuhkan adalah respons cepat, koordinasi dan sinergi. Masing-masing unsur bergerak sesuai tugas dan kewenangannya, sehingga penanganan dapat dilakukan secara efektif,” tegasnya.
Pada operasi pemadaman kedua titik itu, tim yang terlibat terdiri dari BPBD, Damkar Tapin, unsur mandiri, Relawan, Babinsa jajaran Kodim 1010/Tapin serta personel Polsek setempat. Berkat kerja sama, api berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman serta terkendali.
Kapten Inf Asep mengingatkan masyarakat agar tetap waspada karena kebakaran lahan dapat berkembang cepat jika tidak segera ditangani sejak awal.
“Sinergi bukan hanya saat api sudah membesar, tetapi juga dalam mencegah agar kebakaran tidak berkembang. Deteksi dini, laporan cepat dan respons bersama menjadi kunci,” pungkasnya.(1010).
