Aceh Barat – Pemerintah pusat menetapkan Kabupaten Aceh Barat sebagai lokasi pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP), sebuah keputusan yang dinilai membuka peluang percepatan pembangunan terutama untuk wilayah pedalaman yang selama ini mengalami keterbatasan akses dan infrastruktur.

Di Kabupaten Aceh Barat, Pemerintah merencanakan lokasi Yon TP berada di Kecamatan Pante Ceureumen. Sejumlah pejabat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Aceh Barat telah melakukan survei lapangan untuk menilai kondisi dan kesiapan area yang diusulkan sebagai lokasi pembangunan tersebut.

Keberadaan Yon TP dipandang memiliki peran lebih luas dari sekadar penguatan sistem pertahanan negara; satuan ini diharapkan mempercepat pembangunan kawasan dengan membuka akses dan meningkatkan konektivitas ke wilayah yang selama ini relatif tertutup.

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pendirian Yon TP di Pante Ceureumen. Kehadiran satuan militer tersebut diyakini akan memberi manfaat strategis mulai dari membuka akses baru hingga menstimulasi aktivitas ekonomi lokal.

Dandim 0105/Abar Letkol Inf S. Kembaren, S.E., M.I.P., CFrA., menjelaskan bahwa pembangunan Yon TP merupakan kebijakan pusat untuk mendorong pemerataan pembangunan sekaligus mengatasi keterisoliran wilayah pedalaman.

“Pembangunan Yon TP bukan hanya berbicara tentang pertahanan dan keamanan, tetapi juga bagaimana kehadiran negara dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat. Ini menjadi bagian dari upaya membuka keterisoliran wilayah, mempercepat pembangunan, dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru,” ujar Dandim.

Selain fungsi pertahanan, Yon TP diharapkan bersinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengoptimalkan potensi lokal. Upaya pemberdayaan diarahkan pada sektor pertanian, peternakan, perikanan, serta pembangunan infrastruktur yang berdampak langsung pada kehidupan masyarakat.

“Prajurit Yon TP nantinya bukan hanya dituntut siap menjaga kedaulatan negara, tetapi juga memiliki peran dalam membantu masyarakat dan pemerintah daerah ketika menghadapi berbagai persoalan di lapangan, termasuk dalam penanganan maupun pemulihan pascabencana,” terang Dandim.

Dandim menegaskan bahwa kehadiran prajurit TNI tidak sebatas tugas militer; pengabdian juga diwujudkan melalui aksi kemanusiaan dan program pembangunan yang menjangkau kebutuhan masyarakat.

Di Aceh Barat, peran TNI sudah tampak melalui berbagai aksi pemulihan pascabencana, seperti pembangunan jembatan gantung, pembangunan Jembatan Aramco, pembersihan material sisa banjir, rehabilitasi sekolah, serta perbaikan infrastruktur yang rusak akibat bencana.

“Di mana masyarakat membutuhkan, di situ prajurit hadir. Jembatan dibangun untuk membuka akses, sekolah diperbaiki untuk memastikan anak-anak tetap belajar, dan ketika bencana datang, prajurit berada di garis terdepan membantu masyarakat melakukan pemulihan,” tegas Dandim.

Dengan demikian, pembangunan Yon TP di Pante Ceureumen dipandang sebagai langkah strategis yang dapat membuka babak baru bagi pembangunan kawasan pedalaman Aceh Barat. Infrastruktur penunjang yang tumbuh bersamaan dengan keberadaan satuan ini diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi hasil produksi.

Keberadaan Yon TP juga dinilai memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan warga dalam upaya membangun wilayah secara berkelanjutan, sehingga pertahanan berjalan beriringan dengan pembangunan regional dan masyarakat menjadi bagian dari proses penciptaan kawasan yang maju.

Yon TP hadir bukan sekadar membangun markas dan memperkuat pertahanan, tetapi menjadi bagian dari hadirnya negara di pelosok negeri untuk membuka jalan baru dan membawa harapan baru.(0105)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *