Simeulue – Keselamatan saat melaut dan kelestarian ekosistem menjadi perhatian Sertu Supriadi, Babinsa Koramil 03/Teupah Selatan, Kodim 0115/Sml, Korem 012/TU, saat berkomunikasi dengan para nelayan di Desa Kawat, Kecamatan Teupah Selatan, Kabupaten Simeulue, Jumat (14/08/2026).
Kehadiran Babinsa di tengah aktivitas masyarakat pesisir tersebut menjadi sarana untuk mempererat hubungan sekaligus menyampaikan sejumlah pesan yang berkaitan dengan keselamatan kerja dan pemanfaatan sumber daya laut secara bijak. Para nelayan yang hendak berangkat maupun baru kembali dari melaut diajak untuk selalu memperhatikan kondisi dan keamanan selama berada di laut.
Sertu Supriadi mengingatkan bahwa aktivitas melaut memiliki risiko yang perlu diantisipasi. Karena itu, faktor keselamatan harus menjadi perhatian utama, terlebih laut merupakan sumber penghidupan bagi banyak keluarga di wilayah pesisir Simeulue.
“Kita semua harus selalu waspada dan mengutamakan keselamatan saat melaut. Laut adalah sumber mata pencaharian kita, tetapi keselamatan tetap harus diutamakan,” ujar Babinsa.
Selain keselamatan, komunikasi tersebut juga membahas pentingnya menjaga keberlangsungan sumber daya laut. Menurutnya, laut bukan hanya tempat mencari penghasilan untuk memenuhi kebutuhan hari ini, tetapi juga merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga agar tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi berikutnya.
Babinsa mengajak para nelayan untuk tidak hanya berorientasi pada hasil tangkapan, tetapi juga mempertimbangkan dampak dari setiap aktivitas terhadap lingkungan. Menjaga kondisi laut secara bersama-sama akan membantu mempertahankan keberadaan ikan dan sumber daya lainnya dalam jangka panjang.
“Kelestarian laut sangat penting bagi generasi sekarang dan yang akan datang. Jangan hanya memikirkan hasil tangkapan hari ini, tetapi pikirkan juga dampaknya untuk jangka panjang,” pesannya.
Dalam kesempatan tersebut, Sertu Supriadi juga mengingatkan nelayan agar menghindari metode penangkapan ikan yang merusak. Salah satunya adalah penggunaan bahan peledak yang dapat memberikan dampak buruk terhadap ekosistem laut dan membahayakan kehidupan masyarakat.
“Cara-cara yang tidak baik seperti pengeboman ikan dapat merusak ekosistem laut, termasuk terumbu karang yang sangat penting bagi kelangsungan hidup ikan-ikan kita,” tegasnya.
Menurutnya, terumbu karang merupakan bagian penting dari ekosistem laut yang menjadi tempat hidup dan berkembang berbagai jenis biota. Kerusakan terhadap lingkungan tersebut pada akhirnya dapat memengaruhi ketersediaan sumber daya ikan yang menjadi tumpuan ekonomi masyarakat pesisir.
Komsos tersebut sekaligus menjadi ruang bagi Babinsa untuk mendengar kondisi dan aktivitas para nelayan secara langsung. Komunikasi yang terjalin diharapkan membuat hubungan antara aparat kewilayahan dan masyarakat semakin dekat sehingga berbagai persoalan di lapangan dapat diketahui lebih awal.
Sertu Supriadi menegaskan bahwa kepedulian terhadap keselamatan dan lingkungan laut merupakan tanggung jawab bersama. Dengan menjaga laut sekaligus menjalankan aktivitas melaut secara aman, masyarakat dapat terus memanfaatkan potensi kelautan tanpa mengorbankan keberlanjutannya.
Melalui kegiatan tersebut, Babinsa terus mendorong terciptanya kesadaran bersama di kalangan masyarakat pesisir. Hubungan yang terjalin melalui komunikasi sosial diharapkan turut memperkuat kemanunggalan TNI dan rakyat sekaligus mendukung kehidupan masyarakat nelayan yang aman dan berkelanjutan.(0114).
