Barito Kuala — Sebuah pagi yang penuh makna terasa di Halaman Kantor Kecamatan Mandastana, Desa Tabing Rimba, Kabupaten Barito Kuala, pada Jumat (06/11). Berlokasi tepat di jantung wilayah yang kerap terdampak kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan, kegiatan penyerahan bantuan dari Presiden Republik Indonesia kepada relawan Unit Pengendali Bencana Sekitar (UPBS) Kabupaten Barito Kuala berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan. Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa upaya kemanusiaan para relawan di garis depan penanggulangan bencana tidak luput dari perhatian pemerintah pusat.
Hadir secara langsung dalam kegiatan tersebut Bupati Kabupaten Barito Kuala Dr. Bahrul Ilmi, S.H., M.H., Patun Siswa Seskoad Kolonel Inf Alfian, S.I.P., Komandan Kodim 1005/Barito Kuala Letkol Arm Fauzi Raspati Al’Ansyori, S.Sos., Kapolres Barito Kuala AKBP Susilawati, S.H., M.H., Ketua DPRD Kabupaten Barito Kuala yang diwakili Sekwan Haris, Sekda Kabupaten Barito Kuala Slamet Riyanto, S.STP., M.Ec.Dev., Danyon TP 925/KSW Letkol Inf Zulfikar Ali Nugroho, S.Sos., Plt. Kepala BPBD Kabupaten Barito Kuala Aris Saputera, Kepala PN Kabupaten Barito Kuala Edi Rosadi, S.H., M.H., para Siswa Dik Seskoad, Camat Kecamatan Mandastana yang diwakili Sekcam Idham Farid, serta sekitar 70 orang relawan UPBS Kabupaten Barito Kuala yang hadir dengan wajah penuh haru dan bangga.
Dalam kesempatan tersebut, Dandim 1005/Barito Kuala Letkol Arm Fauzi Raspati Al’Ansyori, S.Sos. menyampaikan bahwa kehadiran Patun dan Siswa Seskoad dalam kegiatan ini semakin memperkuat jaring sinergi antar berbagai unsur di wilayah Barito Kuala. “Pada kesempatan pagi hari ini, kita juga didampingi oleh Patun Seskoad dan para Siswa Seskoad yang selanjutnya akan bersosialisasi langsung bersama para relawan sekalian. Saya ingin menyampaikan bahwa kegiatan penyerahan bantuan ini merupakan hasil koordinasi yang baik antar berbagai pihak — kami sebelumnya telah berkomunikasi langsung dengan Bapak Bupati Barito Kuala, yang selanjutnya juga telah berkoordinasi dengan Bapak Pangdam XXII/Tambun Bungai dan Bapak Danrem 101/Antasari terkait penyaluran bantuan ini,” ujarnya membuka sambutan.
Ia menegaskan bahwa bantuan ini adalah bukti nyata kepedulian negara terhadap warga yang berdiri di garis terdepan menghadapi musibah kebakaran hutan dan lahan. “Bantuan ini merupakan salah satu bentuk perhatian langsung dari pemerintah kepada seluruh warga negara, khususnya di Kabupaten Barito Kuala yang belakangan ini terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan. Semoga apa yang diberikan hari ini dapat meringankan beban sekaligus memperkuat langkah kita bersama dalam menghadapi musim rawan bencana,” tambahnya dengan nada yang tulus dan menguatkan.
Secara simbolis, Bupati Kabupaten Barito Kuala menyerahkan langsung bantuan Presiden RI yang meliputi 500 paket sembako lengkap berisi beras, sarden, gula, kopi, teh, susu kemasan, dan mentega, serta 50 unit tabung oksigen beserta regulatornya. Bantuan ini disiapkan khusus untuk mendukung para relawan UPBS agar senantiasa memiliki kekuatan fisik maupun sarana yang memadai saat bertugas di lapangan.
Penyerahan bantuan ini bertujuan tidak hanya sebagai bentuk apresiasi, tetapi juga untuk memperkuat kesiapsiagaan dan meningkatkan kemampuan relawan dalam menangani kebakaran hutan dan lahan serta bencana lainnya di wilayah Kabupaten Barito Kuala. Dengan adanya tabung oksigen dan regulator, para relawan kini memiliki perlindungan lebih baik saat bekerja di lingkungan penuh asap kebakaran, sementara paket sembako diharapkan dapat meringankan beban kebutuhan sehari-hari para relawan yang telah mendedikasikan waktu dan tenaganya untuk kepentingan bersama.
Kegiatan ini juga menegaskan bahwa penanggulangan bencana bukan hanya tugas satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat yang tergabung dalam barisan relawan kemanusiaan. Semangat kebersamaan yang terjalin di halaman Kantor Kecamatan Mandastana pagi itu menjadi fondasi kuat bahwa Kabupaten Barito Kuala siap menghadapi segala tantangan bencana dengan satu hati dan satu tekad yang sama.(1005).
