HULU SUNGAI SELATAN – Upaya membentuk generasi muda yang disiplin, berkarakter dan memiliki wawasan kebangsaan terus dilakukan jajaran TNI melalui pembinaan teritorial di wilayah. Salah satunya dilakukan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1003-04/Kandangan dengan menyambangi SMKN 1 Kandangan, Kecamatan Kandangan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS). Senin (10/8/26)

Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui sinergi bersama pihak sekolah dan tenaga pendidik sebagai bagian dari program Pembinaan Perlawanan Wilayah (Wanwil) sejak dini. Kehadiran Babinsa di lingkungan sekolah diharapkan dapat menjadi mitra bagi para pendidik dalam membentuk mental, perilaku dan kedisiplinan siswa agar selaras dengan nilai-nilai kebangsaan serta aturan yang berlaku.

Dalam kegiatan tersebut, Serka Muhid memberikan pengarahan kepada para siswa dan siswi sekaligus menyampaikan materi Peraturan Baris Berbaris (PBB) yang dilaksanakan di halaman SMKN 1 Kandangan.

Materi PBB tidak hanya menjadi latihan kedisiplinan secara fisik, tetapi juga sarana untuk menanamkan sikap tanggung jawab, kekompakan, kepatuhan terhadap aturan, serta membangun karakter positif dalam kehidupan sehari-hari.

Serka Muhid mengatakan, kegiatan masuk sekolah tersebut merupakan hasil koordinasi dan sinergi antara Babinsa dengan pihak sekolah dan para tenaga pendidik. Melalui kegiatan ini, pihaknya berkomitmen membantu menanamkan nilai kedisiplinan kepada siswa, mulai dari menghargai waktu, mematuhi tata tertib sekolah hingga menjaga kerapian diri.

“Selain kedisiplinan, kami juga ingin menumbuhkan jiwa nasionalisme, memperkuat rasa cinta tanah air, wawasan kebangsaan serta kesadaran bela negara kepada para siswa sejak dini,” ujar Serka Muhid.

Menurutnya, pembinaan generasi muda juga penting diarahkan pada pembentukan kepribadian yang tangguh, jujur dan berakhlak mulia, baik di lingkungan sekolah maupun ketika berada di tengah masyarakat.

Para siswa juga diberikan edukasi agar mampu menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan, seperti tawuran, perundungan atau bullying, penyalahgunaan narkoba serta pergaulan bebas.

“Kami berharap para siswa dapat menjadi generasi penerus bangsa yang memiliki karakter kuat, disiplin, bertanggung jawab dan mampu memberikan kontribusi positif bagi lingkungan maupun bangsa dan negara,” tambahnya.
Kehadiran Babinsa di tengah-tengah para siswa juga menjadi bagian dari upaya mendekatkan TNI dengan generasi muda. Melalui komunikasi dan pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan, diharapkan nilai-nilai kebangsaan, kedisiplinan dan semangat bela negara dapat tumbuh sejak usia sekolah.

Langkah tersebut sekaligus menjadi wujud nyata pelaksanaan Pembinaan Perlawanan Wilayah (Wanwil) sejak dini, dengan membangun generasi muda yang memiliki mental tangguh, berwawasan kebangsaan dan siap menjadi penerus bangsa di masa depan.

@pendim1003

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *