BARITO KUALA – Komandan Kodim 1005/Barito Kuala (Batola) Letkol Inf Anton Mahriadi, S.Sos., turut hadir dalam Rapat Evaluasi Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) se-Kalimantan Selatan yang digelar di Posko Lapangan BPBD RS Sambang Lihum, Jalan Gubernur Syarkawi Km. 3, Kelurahan Gambut, Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, pada Rabu (23/09). Kegiatan ini menjadi bukti nyata keseriusan seluruh elemen bangsa dari pusat hingga daerah dalam bersatu padu mengendalikan dan menuntaskan ancaman bencana yang meresahkan masyarakat ini.
Rapat dipimpin langsung oleh Menteri Kehutanan Republik Indonesia Raja Juli Antoni, MA., Ph.D., serta Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M., dan dihadiri Gubernur Kalsel yang diwakili Sekda Provinsi H. Muhammad Syarifuddin, M.Pd., Pangdam XXII/TB Mayjen TNI Zainul Arifin, S.A.P., M.Sc., Kapolda Kalsel yang diwakili Wakapolda Brigjen Pol Noviar, S.I.K., Danrem 101/Antasari Brigjen TNI Ilham Yunus, S.Sos., M.Si., para Bupati se-Kalsel, unsur pimpinan TNI–Polri, kepala instansi terkait, serta para Satuan Kerja Perangkat Daerah.
Dalam paparan yang disampaikan Kepala BPBD Kalsel Ronny Eka Saputra, S.STP., tercatat per 22 September 2026, luas lahan terbakar mencapai ±160,55 hektar, di mana ±111,45 hektar telah berhasil dipadamkan, sementara sisa ±49,10 hektar masih memerlukan penanganan lanjut. Secara keseluruhan, total luas lahan terdampak sejak 1 Agustus tercatat ±12.582,87 hektar, dengan ditemukannya 46 titik api serta 68 titik panas atau hotspot tingkat kepercayaan tinggi. Wilayah Barito Kuala sendiri tercatat 6 titik api dengan luas terdampak ±28,43 hektar, menjadikannya salah satu fokus penanganan bersama.
Dukungan penanganan telah dikerahkan secara menyeluruh, melibatkan 3.567 personel gabungan dari TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, relawan, dan unsur terkait, didukung 6 helikopter pemadam udara serta pesawat modifikasi cuaca. Namun demikian, kebutuhan peralatan seperti nozel pemadam, sepatu boot, jet shooter, dan selang hantar masih menjadi perhatian, serta pengaturan dukungan insentif personel agar tepat sasaran dan tidak tumpang tindih.
Menyikapi hal tersebut, Letkol Inf Anton Mahriadi, S.Sos., menyampaikan bahwa rapat evaluasi ini menjadi pedoman arah yang jelas bagi jajaran di lapangan, khususnya di wilayah Barito Kuala, untuk bekerja lebih terarah, terkoordinasi, dan berdampak nyata. “Kehadiran kami di sini bukan sekadar memenuhi undangan, melainkan membawa amanah seluruh personil dan masyarakat Barito Kuala agar penanganan Karhutla di wilayah kami semakin terarah, cepat, dan tuntas. Satu data, satu arahan, satu tindakan—itulah kunci agar tidak ada tenaga yang terbuang sia-sia dan setiap titik api segera dapat dipadamkan,” ujar Dandim Batola. Ia menegaskan, kesatuan data dan kesatuan komando sangat penting agar apa yang direncanakan di atas berjalan sepenuhnya di bawah, tanpa selisih informasi maupun pembagian tugas yang tumpang tindih.
Lebih lanjut, Dandim menyatakan bahwa jajaran Kodim 1005/Batola siap memperkuat tim gabungan di lapangan, menyinkronkan data, serta memastikan setiap personil yang bertugas mendapat dukungan yang layak dan tercatat dengan benar. “Kami memahami bahwa musim kemarau masih panjang dan hujan belum tentu datang secepat yang diharapkan. Karena itu, kami tidak boleh lengah sedikit pun. Pasukan darat adalah garda terdepan kami, dan kami akan memastikan mereka bekerja dengan aman, terkoordinasi, dan didukung sepenuhnya oleh seluruh unsur yang ada,” tegasnya. Ia juga mengajak seluruh elemen di wilayah Barito Kuala untuk menyatukan langkah, menyamakan istilah antara hotspot dan titik api, serta memastikan setiap laporan yang naik akurat dan dapat dipertanggungjawabkan, sehingga bantuan yang datang tepat sasaran.
Arahan dari Kepala BNPB menekankan pembentukan tim gabungan yang bergerak cepat di setiap titik api, pemberian dukungan insentif yang tertib tanpa duplikasi, serta fokus penanganan dalam satu hingga satu setengah bulan ke depan agar masyarakat segera terbebas dari ancaman kabut asap dan kebakaran. Sementara itu, Menteri Kehutanan menegaskan pentingnya integrasi data satu pintu, penguatan pasukan darat sebagai kekuatan utama, optimalisasi pemadaman udara serta modifikasi cuaca, dan pembagian tugas yang jelas agar tidak terjadi penumpukan personel di tempat yang tidak prioritas sementara wilayah lain kekurangan tenaga. Pangdam XXII/TB juga menekankan agar setiap data yang disampaikan benar-benar mencerminkan kondisi nyata di lapangan dan dilaporkan secara langsung kepada pimpinan melalui satu pintu.
Menutup keterangannya, Letkol Inf Anton Mahriadi menyatakan, seluruh arahan tersebut akan segera ditindaklanjuti di wilayah Barito Kuala dengan menyatukan langkah antara TNI, Pemda, Polri, BPBD, para relawan, dan masyarakat. “Tidak ada yang boleh berjalan sendiri. Kita semua berada dalam barisan yang sama, menghadapi musuh yang sama. Jika kita bersatu, data kita akurat, dan langkah kita serentak, maka Karhutla akan dapat kita taklukkan, dan rakyat akan hidup tenang, sehat, dan aman,” pungkasnya.
Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat kebersamaan, di mana seluruh pihak berkomitmen mempererat sinergi, menyatukan data, serta mempercepat penanganan titik api demi keselamatan dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Selatan.
