TAPIN – Komandan Kodim 1010/Tapin, Letkol Inf Dimas Yamma Putra, meminta seluruh prajurit dan aparatur sipil negara (ASN) untuk menjaga disiplin dan menolak segala bentuk pelanggaran selama proses penerimaan prajurit TNI AD atau werving.
Permintaan itu disampaikan Letkol Inf Dimas Yamma Putra saat memimpin Jam Komandan (Jamdan) yang digelar setelah upacara bendera di Makodim 1010/Tapin, Senin (19/10).
Dalam sambutannya, Dandim mengingatkan agar tidak ada prajurit maupun ASN yang memanfaatkan momen penerimaan prajurit untuk memperoleh keuntungan pribadi, termasuk menjanjikan atau mengiming-imingi kelulusan kepada calon prajurit.
Dia menegaskan bahwa pelaksanaan penerimaan prajurit harus mengikuti ketentuan yang berlaku, serta menolak praktik percaloan, penyalahgunaan wewenang, dan tindakan lain yang dapat mencederai integritas TNI AD.
Lebih lanjut, Dandim menyatakan bahwa kedisiplinan prajurit tidak hanya tampak dari ketaatan pada aturan tugas sehari-hari, tetapi juga dari perilaku yang menjunjung tinggi kejujuran dan rasa tanggung jawab.
Untuk itu, seluruh personel Kodim 1010/Tapin diminta memahami batasan-batasan dalam proses werving dan tidak terlibat dalam praktik yang bertentangan dengan ketentuan.
Ia juga menekankan kepada masyarakat, termasuk calon prajurit dan keluarga, agar menyadari bahwa kelulusan tidak dapat dijanjikan oleh pihak mana pun.
Lewat Jamdan tersebut, Dandim mengharapkan seluruh prajurit dan ASN Kodim 1010/Tapin meningkatkan disiplin, menjaga nama baik satuan, dan menghindari tindakan yang merugikan pribadi maupun institusi. (1010).
