BOALEMO – Pagi yang berkabut serta panas terik matahari di siang hari di Kabupaten Boalemo tidak menyurutkan semangat kemanunggalan TNI dan rakyat. Sejak matahari baru saja menampakkan sinarnya pada Selasa (28/04/2026), deru cangkul dan skop mulai bersahutan dengan tawa serta canda antara personel Satgas TMMD ke-128 Kodim 1316/Boalemo dan warga Desa Hutamonu.

Hari ini menandai babak baru bagi mobilitas warga, di mana pengerjaan fisik pengecoran jalan rabat beton resmi dimulai secara masif.

Mengakhiri Era Jalan Licin dan Berlumpur

Selama bertahun-tahun, akses jalan di wilayah ini menjadi tantangan besar bagi penduduk. Dengan komposisi material yang didominasi batu lepas dan tanah merah, jalur ini berubah menjadi medan yang berbahaya saat hujan turun. Kondisi becek, berlumpur, dan licin kerap menghambat aktivitas ekonomi serta pendidikan anak-anak sekolah.

Pembangunan jalan rabat beton melalui program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ini hadir sebagai solusi konkret. Dengan pengerasan beton, warga tidak perlu lagi khawatir tergelincir atau terjebak lumpur saat cuaca buruk melanda.

Komandan Satgas (Dansatgas) TMMD ke-128 Kodim 1316/Boalemo, Letkol Czi Wiratama Suryono, S.T., M.Si., M.S., memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh personel yang terlibat.

“Melihat personel Satgas bahu-membahu dengan masyarakat mengangkut pasir, semen, dan kerikil sejak pagi tadi adalah pemandangan yang luar biasa. Inilah esensi sejati dari TMMD—kemanunggalan TNI dan rakyat. Saya berterima kasih kepada warga Boalemo yang begitu antusias menghibahkan tenaga dan waktunya demi kemajuan desa mereka sendiri,” ujar Letkol Czi Wiratama.

Beliau juga menekankan pentingnya aspek fungsionalitas dan keamanan dari pembangunan ini. “Jika jalan ini rampung, mobilitas warga akan jauh lebih nyaman dan aman. Risiko kecelakaan akibat jalan licin dan genangan air akan hilang. Kita ingin masyarakat bisa beraktivitas tanpa terhambat faktor infrastruktur.”

Tidak hanya sekadar membangun, Letkol Czi Wiratama menegaskan bahwa Satgas TMMD sangat memperhatikan standar teknis pengerjaan. Pengawasan dilakukan secara ketat untuk memastikan campuran material sesuai spesifikasi agar jalan memiliki daya tahan yang lama.

“Harapan kami, pembangunan ini berjalan lancar sesuai target waktu yang ditentukan. Namun yang lebih utama adalah kualitasnya. Kami ingin bangunan ini memenuhi standar agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang oleh masyarakat ke depannya,” tambahnya.

Harapan Baru Bagi Ekonomi Desa

Pengecoran jalan ini bukan sekadar urusan semen dan batu, melainkan pembangunan urat nadi ekonomi. Dengan akses jalan yang mumpuni, distribusi hasil bumi dari ladang ke pasar akan lebih cepat dan biaya transportasi dapat ditekan.

Kini, setiap jengkal beton yang dituang menjadi harapan baru bagi masyarakat Boalemo untuk menata masa depan yang lebih cerah, lebih maju, dan tentu saja, lebih sejahtera.(1316).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *