Simeulue – Aktivitas melaut menjadi salah satu sumber penghidupan masyarakat pesisir di Kabupaten Simeulue. Karena itu, keselamatan nelayan sekaligus kelestarian sumber daya laut menjadi perhatian dalam komunikasi yang dilakukan Babinsa di wilayah binaan.

Sertu Rahnanda Farizi, Babinsa Koramil 01/Simeulue Timur, Kodim 0115/Simeulue, Korem 012/TU, melaksanakan Komunikasi Sosial (Komsos) bersama para nelayan di Desa Suka Jaya, Kecamatan Simeulue Timur, Kabupaten Simeulue, Rabu (12/08/2026).

Pertemuan tersebut dimanfaatkan Babinsa untuk berinteraksi langsung dengan nelayan yang sedang menjalankan aktivitasnya, baik yang akan berangkat maupun baru kembali dari melaut. Selain mempererat hubungan dengan warga, Komsos menjadi sarana untuk menyampaikan sejumlah imbauan mengenai keselamatan dan kepedulian terhadap lingkungan laut.

Sertu Rahnanda mengingatkan para nelayan agar selalu memperhatikan faktor keselamatan sebelum dan selama melakukan aktivitas di laut. Menurutnya, laut merupakan sumber mata pencaharian yang penting bagi masyarakat, sehingga aktivitas mencari ikan perlu dilakukan dengan tetap mengutamakan keamanan diri.

“Kita semua harus selalu waspada dan mengutamakan keselamatan saat melaut. Laut adalah sumber mata pencaharian kita, tetapi keselamatan tetap harus diutamakan,” ujar Babinsa.

Selain keselamatan, Babinsa juga mengajak para nelayan menjaga kondisi laut agar sumber daya yang ada dapat terus dimanfaatkan secara berkelanjutan. Menurutnya, hasil laut tidak hanya menjadi sumber penghasilan bagi masyarakat saat ini, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan generasi berikutnya.

Ia mengingatkan agar para nelayan tidak hanya mempertimbangkan hasil tangkapan dalam jangka pendek, tetapi turut memperhatikan dampak aktivitas penangkapan terhadap lingkungan. Menjaga ekosistem laut dinilai penting agar keberadaan ikan dan sumber daya lainnya tetap terpelihara.

“Kelestarian laut sangat penting untuk generasi sekarang dan yang akan datang. Jangan hanya memikirkan hasil tangkapan hari ini, tetapi pikirkan juga dampaknya untuk jangka panjang,” pesannya.

Dalam kesempatan tersebut, Babinsa juga mengimbau masyarakat agar menghindari cara-cara penangkapan ikan yang dapat merusak lingkungan, termasuk penggunaan bahan peledak. Praktik tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga dapat menimbulkan kerusakan serius terhadap ekosistem laut.

“Cara-cara yang tidak baik seperti pengeboman ikan dapat merusak ekosistem laut, termasuk terumbu karang yang sangat penting bagi kelangsungan hidup ikan-ikan kita,” tegasnya.

Menurutnya, keberlanjutan sumber daya laut sangat bergantung pada kepedulian seluruh pihak. Para nelayan sebagai pihak yang beraktivitas langsung di laut memiliki peran penting dalam menjaga lingkungan sekaligus memastikan sumber penghidupan tersebut tetap tersedia.

Kegiatan Komsos tersebut menjadi bagian dari upaya Babinsa membangun komunikasi yang dekat dengan masyarakat pesisir. Melalui dialog langsung, Babinsa tidak hanya menyampaikan imbauan, tetapi juga dapat mengetahui kondisi dan kebutuhan warga yang menggantungkan kehidupan dari hasil laut.

Kehadiran Babinsa di tengah para nelayan diharapkan dapat memperkuat kesadaran bersama mengenai pentingnya keselamatan kerja dan menjaga lingkungan. Dengan laut yang tetap terpelihara, aktivitas ekonomi masyarakat pesisir dapat berlangsung secara berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi generasi mendatang.(0115).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *