SIMEULUE – Komitmen TNI AD dalam mendukung program ketahanan pangan nasional terus diwujudkan melalui berbagai kegiatan pendampingan kepada petani di wilayah binaan. Seperti yang dilakukan Babinsa Koramil 06/Teluk Dalam Kodim 0115/Simeulue, Kopda Apriandi, yang turun langsung membantu petani menjemur padi di Desa Bulu Hadik, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupaten Simeulue, Senin (22/06/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Kopda Apriandi membantu Bapak Wasgiono menjemur padi hasil panen sebagai bagian dari pendampingan hanpangan (ketahanan pangan) yang selama ini menjadi salah satu fokus pembinaan teritorial TNI AD di tingkat desa.
Babinsa menjelaskan bahwa proses penjemuran merupakan tahapan penting setelah panen untuk menjaga kualitas gabah sebelum memasuki proses penggilingan. Penjemuran bertujuan mengurangi kadar air dalam padi sehingga kualitas beras yang dihasilkan menjadi lebih baik dan memiliki daya simpan yang lebih lama.
“Penjemuran padi merupakan proses pengeringan gabah basah dengan memanfaatkan panas sinar matahari. Dengan kadar air yang sesuai, padi akan lebih mudah diolah dan menghasilkan kualitas beras yang baik,” ujar Kopda Apriandi.
Ia juga mengingatkan pentingnya teknik penjemuran yang benar agar hasil panen tidak mengalami penurunan mutu. Menurutnya, penggunaan alas saat menjemur sangat diperlukan untuk mencegah gabah tercampur kotoran, mengurangi kehilangan butiran padi, memudahkan proses pengumpulan, serta memastikan penyebaran panas berlangsung merata.
“Untuk mencegah bercampurnya kotoran, kehilangan butiran gabah, memudahkan pengumpulan gabah, dan menghasilkan penyebaran panas yang merata, maka penjemuran harus dilakukan dengan menggunakan alas,” jelasnya.
Lebih lanjut, Babinsa menegaskan bahwa keterlibatan dirinya dalam membantu petani merupakan bagian dari tugas pembinaan teritorial sekaligus bentuk kepedulian TNI terhadap masyarakat. Menurutnya, pendampingan kepada petani tidak berhenti saat masa tanam atau panen saja, tetapi juga mencakup seluruh tahapan pascapanen yang berpengaruh terhadap hasil produksi pertanian.
“Kami selaku Babinsa harus berperan aktif membantu warga binaan. Walaupun panen telah selesai, kami tetap hadir untuk membantu proses penjemuran agar hasil panen dapat terjaga kualitasnya dan memberikan nilai ekonomi yang lebih baik bagi petani,” katanya.
Ia menambahkan bahwa kehadiran Babinsa di tengah masyarakat merupakan salah satu upaya memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, diharapkan para petani semakin termotivasi dalam meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus mendukung program pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.
“Kami akan terus mengawal dan mendampingi para petani sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional. Kehadiran Babinsa di lapangan diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, Bapak Wasgiono selaku pemilik padi mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Babinsa yang ikut terlibat dalam proses penjemuran hasil panennya. Ia menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan kepada para petani di desa.
“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih karena Babinsa selalu hadir membantu masyarakat. Kehadiran beliau sangat membantu pekerjaan kami dan memberikan semangat untuk terus bertani,” ungkapnya.
Melalui kegiatan pendampingan seperti ini, Kodim 0115/Simeulue terus menunjukkan peran aktifnya dalam mendukung sektor pertanian sebagai salah satu pilar utama ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat di daerah.(0115).
