TAPIN – Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI melakukan sosialisasi dan edukasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kepada warga di Kantor Desa Salam Babaris, Kecamatan Salam Babaris, pada Kamis (10/9).
Tim penyuluh kegiatan tersebut dipimpin oleh Kolonel Inf Wildan, didampingi Kolonel Czi Herry Wibowo dan Kapten Arm Zaenal Fikri.
Acara dihadiri Serma Danpos Koramil 1010-03/Tapsel Serma Deni, perwakilan Kecamatan Salam Babaris, Kepala Desa Salam Babaris Hj. Mahdalina, S.Pd., MM, Ketua BPD Kecamatan Salam Babaris Hasan Basnawi, anggota BPD Pujianto dan Linanda, Kasi Pemerintahan Kecamatan Salam Babaris Erik Sancoko, serta perwakilan RT dan RW.
Pada penyuluhan dibahas teknik menghadapi kebakaran sekaligus penekanan pada pengenalan potensi Karhutla, upaya pencegahan sejak dini, serta langkah awal penanganan ketika ditemukan titik api.
Ketua Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI, Kolonel Inf Wildan, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni namun bertujuan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat.
“Kami hadir di Kabupaten Tapin atas nama seluruh keluarga besar TNI untuk membantu masyarakat dan pemangku kepentingan setempat mengatasi persoalan Karhutla melalui sosialisasi dan edukasi yang menyentuh langsung ke akar rumput,” ujarnya.
Sementara itu, Kapten Arm Zaenal Fikri memaparkan materi teknis mencakup identifikasi penyebab kebakaran, deteksi titik api, langkah penanganan awal, hingga teknik pembuatan sekat bakar.
Masyarakat juga diberi pemahaman mengenai pentingnya koordinasi dan cepat melapor bila menemukan asap, kobaran api, atau indikasi titik panas di lingkungan mereka.
“Kami tidak hanya berbicara teori, tetapi membekali saudara dengan ilmu yang bisa langsung dipraktikkan di ladang dan lingkungan sekitar,” jelasnya.
Pembahasan turut menyentuh larangan dan konsekuensi hukum bagi yang sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan, disertai anjuran meninggalkan praktik membuka atau membersihkan lahan dengan membakar.
Komandan Kodim 1010/Tapin Letkol Inf Dimas Yamma Putra menyambut baik sosialisasi tersebut dan menegaskan pencegahan sebagai langkah utama menghadapi ancaman Karhutla. “Penyuluhan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat. Penanganan Karhutla bukan hanya dilakukan ketika api sudah membesar, tetapi harus dimulai dari upaya pencegahan dan deteksi dini,” tegas Dandim.
Dandim juga mengajak seluruh masyarakat, aparat desa, RT dan RW serta seluruh unsur terkait untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan segera melaporkan apabila menemukan potensi maupun titik api.
“Kami mengajak masyarakat untuk menjadi mata dan telinga di wilayah masing-masing. Jangan membuka lahan dengan cara membakar, dan apabila menemukan titik api segera laporkan agar dapat ditangani secepat mungkin. Sinergi antara TNI, pemerintah daerah dan masyarakat merupakan kunci dalam mencegah Karhutla,” pungkasnya.(1010).
