BONE – Suara cangkul dan batu menandai kerja kolektif warga Desa Pattuku bersama personel Satgas TMMD ke-129 Kodim Bone untuk memperkuat pondasi jembatan gantung.

Suara cangkul yang beradu dengan batu mengisi pagi di Desa Pattuku. Di sisi aliran sungai yang selama ini menjadi pemisah dua dusun, wajah-wajah penuh semangat tampak bekerja tanpa mengenal lelah. Sentuhan demi sentuhan pada pondasi jembatan gantung menjadi penanda bahwa penantian masyarakat sedikit demi sedikit mulai menemukan jawabannya.

Dipimpin Kapten Inf Eko S, personel Satgas TMMD ke-129 Kodim Bone bersama masyarakat merapikan pondasi jembatan gantung yang akan menghubungkan Dusun Pattuku dengan Dusun Lemo, Kecamatan Bontocani. Kekompakan terlihat ketika pekerjaan dilakukan secara bergantian agar hasilnya lebih rapi dan kuat.

Bagi warga, keberadaan jembatan bukan sekadar jalur penghubung. Aktivitas menuju kebun, sekolah, hingga pelayanan kesehatan diyakini akan menjadi lebih mudah ketika akses tersebut telah dapat digunakan.

Momentum kebersamaan pada Minggu (2/8/2026) memperlihatkan gotong royong yang tumbuh tanpa sekat. Tenaga, waktu, dan semangat dipadukan dalam satu tujuan, yakni menghadirkan sarana yang memberi manfaat bagi generasi berikutnya.

Pondasi yang semakin kokoh bukan hanya menopang konstruksi jembatan, tetapi juga menjadi simbol lahirnya optimisme baru bagi masyarakat Desa Pattuku.(Red/Ns).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *