SUKOHARJO – Pembangunan fisik memang dapat diukur dari hasil akhir, tetapi ada warisan tak kasat mata yang mulai terbentuk sejak awal, yakni ikatan erat antara masyarakat dan prajurit yang setiap hari bergotong royong.

Saat waktu istirahat, interaksi sosial terjadi secara alami. Percakapan ringan hingga diskusi mengalir tanpa batas, menumbuhkan rasa saling pengertian sehingga kerja sama dalam pembangunan menjadi lebih efektif dan bersemangat.

Pada Kamis (30/7/2026), pemandangan itu kembali terlihat di Desa Parangjoro, Kecamatan Grogol, Kabupaten Sukoharjo. Anggota TMMD Reguler Ke-129 Kodim 0726/Sukoharjo menggunakan jeda kerja untuk berbincang langsung dengan warga di sekitar proyek talud.

Komunikasi yang terus terjalin diyakini akan membawa pengaruh positif setelah program TMMD berakhir. Hubungan yang sudah terbina akan mempermudah masyarakat dalam memelihara semangat gotong royong saat menghadapi kebutuhan pembangunan desa di masa depan.

Pekerjaan fisik memiliki batas waktu, tetapi nilai kebersamaan yang muncul dari komunikasi tulus berpotensi menjadi pilar sosial yang bertahan jauh lebih lama.(Red/Wr).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *