Kutai Timur – Babinsa Koramil 0909-05/Muara Bengkal, Koptu Slamet, mewakili Danramil, hadir dalam kegiatan Monitoring Para Dai Pembangunan dan Musyawarah Keagamaan di Taman Wisata Desa Muara Bengkal Ilir, Kecamatan Muara Bengkal, Kabupaten Kutai Timur, Rabu (12/8/2026).

Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WITA tersebut merupakan bagian dari agenda rutin tahunan Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kabupaten Kutai Timur untuk memantau dan mengevaluasi pelaksanaan tugas para dai pembangunan, imam dan marbot masjid, rohaniwan pembangunan, pendeta, serta tokoh keagamaan lainnya.

Selain dimaksudkan sebagai sarana evaluasi, acara juga menjadi forum untuk mengetahui perkembangan kehidupan keagamaan di wilayah sekaligus menyerap berbagai aspirasi, kendala, dan masukan dari para tokoh agama.

Hadir pada kegiatan itu Kabag Kesra Kabupaten Kutai Timur Norhadi beserta rombongan, Camat Muara Bengkal Mansyurhadi, Kepala Desa Muara Bengkal Ilir Sahrani, Kapolsek Muara Bengkal AKP Rahmat H., Babinsa Koramil 0909-05/Muara Bengkal Koptu Slamet, serta para tokoh agama dari Kecamatan Muara Bengkal dan Kecamatan Muara Ancalong.

Rangkaian kegiatan dibuka dengan pembukaan dan doa, dilanjutkan sambutan dari pihak terkait, sebelum memasuki sesi tanya jawab dan musyawarah keagamaan yang memberi kesempatan kepada peserta menyampaikan persoalan, masukan, dan aspirasi terkait pelaksanaan kegiatan keagamaan di wilayah masing-masing.

Dalam kesempatan itu, Koptu Slamet membangun komunikasi dan koordinasi dengan unsur pemerintah kecamatan, kepolisian, pemerintah desa, serta para tokoh agama sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi antara TNI dan seluruh komponen masyarakat.

Kehadiran Babinsa menurutnya penting untuk mendukung terciptanya kehidupan sosial yang harmonis dan kondusif di wilayah.

Menurut Koptu Slamet, komunikasi dengan para tokoh agama memiliki peran penting dalam mendukung pembinaan masyarakat. Tokoh agama tidak hanya berperan dalam kehidupan keagamaan, tetapi juga memiliki kontribusi dalam menanamkan nilai-nilai kebersamaan, toleransi, dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

“TNI melalui Babinsa akan terus mendukung berbagai kegiatan positif yang dilaksanakan bersama masyarakat dan unsur terkait. Komunikasi dan koordinasi dengan para tokoh agama menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana wilayah yang aman, damai, dan kondusif,” ujar Koptu Slamet.

Melalui monitoring dan musyawarah tersebut diharapkan terbangun koordinasi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, aparat kewilayahan, dan para tokoh agama untuk memperkuat pembinaan kehidupan keagamaan sekaligus menjaga kerukunan dan toleransi di tengah keberagaman masyarakat.

Kegiatan Monitoring Para Dai Pembangunan dan Musyawarah Keagamaan selesai pada pukul 11.00 WITA. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.(0909).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *