ACEH JAYA – Babinsa Koramil 05/Panga, Koptu Izrillah, mengintensifkan upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) lewat kegiatan patroli dan sosialisasi yang dilaksanakan di Desa Tuwi Kayee, Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya, pada Sabtu (22/8/2026).
Kegiatan itu difokuskan untuk meningkatkan pemahaman warga tentang bahaya membuka lahan dengan membakar, dengan tujuan mengurangi risiko timbulnya titik api di sekitar permukiman dan kawasan rawan.
Patroli dan sosialisasi tersebut dilaksanakan sebagai bagian dari pembinaan kewilayahan yang menempatkan tindakan pencegahan sebagai langkah utama menghadapi potensi Karhutla, sehingga aparat teritorial hadir untuk memberikan arahan langsung kepada masyarakat.
Kepedulian terhadap Karhutla penting karena kebakaran tidak hanya menghancurkan lahan tetapi juga mengganggu aktivitas warga, merusak lingkungan, dan memproduksi asap yang menurunkan kualitas udara di wilayah terdampak.
Bagi aparat kewilayahan, kegiatan seperti ini berfungsi pula sebagai media menjalin komunikasi dengan masyarakat, sehingga Babinsa dapat memperoleh gambaran kondisi lapangan dan menyampaikan langkah-langkah pencegahan yang mudah dipahami.
Pendekatan persuasif menjadi strategi utama dalam sosialisasi, karena kesadaran warga dirancang tumbuh lebih kuat melalui penyampaian langsung tentang risiko dan dampak pembakaran lahan secara berkelanjutan.
Dari sisi ketahanan wilayah, ancaman Karhutla menjadi persoalan yang dapat memengaruhi aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan, sehingga upaya pencegahan di tingkat desa menjadi bagian penting menjaga stabilitas wilayah.
Oleh karena itu, kesiapan aparat kewilayahan tidak sebatas kemampuan merespons saat kebakaran terjadi, melainkan mencakup deteksi dini, patroli, dan edukasi kepada masyarakat untuk mencegah kebakaran sejak awal.
Kehadiran Koptu Izrillah dalam kegiatan ini juga mencerminkan profesionalisme TNI dalam pembinaan teritorial, di mana Babinsa diharapkan memahami kondisi lingkungan di wilayah binaannya dan membangun komunikasi yang baik dengan warga.
Upaya pencegahan Karhutla memerlukan keterlibatan berbagai pihak; aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat memiliki peran masing-masing untuk menjaga wilayah dari ancaman kebakaran.
Masyarakat yang melakukan aktivitas di lingkungan sekitar menempati posisi strategis dalam pencegahan, khususnya dengan menghindari praktik membuka lahan melalui pembakaran.
Patroli yang dijalankan Babinsa juga berfungsi menjaga kewaspadaan di Kecamatan Panga, sekaligus memberikan pesan bahwa potensi Karhutla harus menjadi perhatian bersama dan bukan sekadar persoalan respons pasca kebakaran.
Dari perspektif pertahanan nasional, perlindungan lingkungan dan keselamatan masyarakat merupakan bagian dari ketahanan nasional; wilayah yang menjaga sumber daya alam dan stabilitas sosial akan lebih tangguh menghadapi gangguan.
Sosialisasi berulang juga diharapkan membangun kesadaran kolektif, sehingga warga memahami bahwa pembakaran lahan membawa dampak luas dan terdorong mencari alternatif pengelolaan lahan yang lebih aman.
Melalui kegiatan di Desa Tuwi Kayee tersebut, Koramil 05/Panga terus mendorong warga untuk peduli lingkungan sekaligus berpartisipasi aktif mencegah Karhutla, memperkuat kesiapsiagaan wilayah dan kemitraan warga-TNI.
Dengan patroli yang berkelanjutan dan sosialisasi yang terus diperpanjang, diharapkan kesadaran masyarakat meningkat sehingga kolaborasi antara TNI dan warga membantu menjaga Kecamatan Panga tetap aman, nyaman, dan kondusif.(Pr012).
