BARITO KUALA – Perubahan badan jalan yang melintasi hamparan persawahan Desa Tamban Bangun bukan sekadar merapikan permukaan; jalan itu kini menjadi penghubung vital antara rumah warga, lahan pertanian, angkutan hasil panen, dan beragam aktivitas ekonomi, sehingga kualitasnya diperiksa dengan ukuran teknis sebelum pekerjaan dinyatakan layak.
Tim Dinas PUPR Kabupaten Barito Kuala melakukan opname pada 18 titik. Pengukuran menunjukkan ketebalan badan jalan berkisar 16–18 sentimeter dengan lebar 360 sentimeter, dan seluruh sampel yang diperiksa memenuhi syarat.
Gambaran mengenai kekuatan badan jalan kemudian dilengkapi pengujian sandcone. Tim Poliban Banjarmasin mengambil sampel pada sembilan titik untuk melihat kepadatan jalan. Hasil penyampaian tim di lapangan menunjukkan seluruh titik tersebut memenuhi syarat kepadatan berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan.
Pemandangan pemeriksaan pada Senin, 10 Agustus 2026 itu memperlihatkan pekerjaan jalan tidak berhenti pada pengerjaan fisik. Ukuran, ketebalan, serta kepadatan menjadi bagian yang ikut menentukan bagaimana akses tersebut akan digunakan masyarakat dalam waktu panjang.
Kapten Cke (K) Hannah, Dan SSK TMMD Ke-129 Kodim 1005/Barito Kuala, menilai proses pemeriksaan memberi kepastian bahwa hasil yang dikerjakan bersama masyarakat memiliki dasar pengukuran yang jelas.
“Jalan ini nantinya digunakan masyarakat setiap hari. Karena itu kualitasnya harus diperiksa, bukan hanya dilihat,” kata Hannah.
Hamparan jalan yang kini terbentang di antara persawahan membawa perubahan yang sederhana tetapi terasa: akses warga menjadi bagian dari pembangunan desa yang langsung bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari. Ketika kendaraan lebih mudah melintas dan hasil pertanian lebih mudah dibawa keluar, manfaat pembangunan tidak berhenti pada badan jalan, tetapi ikut menyentuh denyut ekonomi masyarakat Tamban Bangun.(1005).
