ACEH SINGKIL – Pekerjaan pembangunan Jembatan Perintis yang menghubungkan Desa Serasah dan Desa Cibubukan kembali bergulir, ditandai pemotongan bahan papan untuk lantai jembatan oleh personel Kodim 0109/Aceh Singkil, dibantu Yon TP 957/LU dan warga setempat, Jumat (18/9/2026).

Kegiatan pemotongan papan ini menjadi bagian integral dari rangkaian pembangunan Jembatan Perintis yang ditujukan untuk membuka akses penghubung antarwarga kedua desa tersebut.

Para personel TNI bersama warga bekerja memotong papan sesuai ukuran yang dibutuhkan untuk lantai jembatan sehingga material siap dipakai pada tahap pemasangan berikutnya.

Keterlibatan personel Kodim 0109/Aceh Singkil dan Yon TP 957/LU bersama masyarakat memperlihatkan sinergi antara aparat militer dan warga dalam mendukung pembangunan infrastruktur lokal.

Jembatan Perintis itu diharapkan menjadi fasilitas penting bagi masyarakat untuk memperlancar akses antara Desa Serasah dan Desa Cibubukan yang selama ini terkendala kondisi geografis.

Pelaksanaan tugas dibagi; beberapa personel memfokuskan pada pemotongan papan, sementara lainnya mengatur dan menyiapkan material agar proses selanjutnya berjalan lancar.

Suasana kerja bakti tampak kental saat kegiatan berlangsung, dengan warga hadir aktif membantu persiapan material lantai jembatan.

Selain mempercepat pengerjaan, keterlibatan bersama antara TNI dan warga juga bertujuan mempererat hubungan sosial antarpihak selama pembangunan berlangsung.

Pemotongan papan untuk lantai jembatan dilakukan dengan cermat demi memperoleh ukuran yang tepat agar pemasangan lantai nanti efisien dan sesuai perencanaan.

Dengan tahapan pekerjaan yang dilakukan secara bertahap, diharapkan pembangunan Jembatan Perintis penghubung Desa Serasah dan Desa Cibubukan dapat segera berlanjut ke proses berikutnya.

Semangat gotong royong antara personel Kodim 0109/Aceh Singkil, Yon TP 957/LU dan masyarakat menjadi gambaran nyata kolaborasi dalam mendukung pembangunan sarana penghubung yang diharapkan memberikan manfaat bagi aktivitas masyarakat di kedua desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *